Tampilkan postingan dengan label Vespa 1960s. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Vespa 1960s. Tampilkan semua postingan

Vespa Kongo tahun 1963

Vespa Kongo adalah vespa penghargaan dari pemerintah Indonesia kepada kontingen Pasukan Penjaga Perdamaian Indonesia yang bertugas di Kongo saat itu.  Pasukan bernama Kontingen Garuda (disingkat KONGA atau Pasukan Garuda) yang turut diperhitungkan di dunia dibandingkan pasukan perdamaian negara lain itu adalah pasukan Tentara Nasional Indonesia yang ditugaskan sebagai pasukan perdamaian di negara lain. Indonesia mulai turut serta mengirim pasukannya sebagai bagian dari pasukan penjaga perdamaian PBB sejak 1957. Awalnya, saat Indonesia merdeka pada tanggal 17 Agustus 1945, Mesir langsung mengadakan sidang menteri luar negeri negara-negara Liga Arab dan merupakan negara pertama yang mengakui kedaulatan Indonesia dengan datang langsung ke Ibu Kota RI waktu itu yaitu Yogyakarta. Untuk membalas budi Mesir dan Liga Arab, Presiden Sukarno membalas pembelaan negara-negara Arab di forum internasional dengan mengunjungi Mesir dan Arab Saudi pada 1956 dan Irak pada April 1960.

Pada 1956 itu, ketika Majelis Umum PBB memutuskan menarik mundur pasukan Inggris, Prancis dan Israel dari wilayah Mesir, Indonesia mendukung keputusan itu dan untuk pertama kalinya mengirim Pasukan Pemelihara Perdamaian PBB ke Mesir yang dinamakan dengan Kontingen Garuda I atau KONGA I.

KONGA II dikirim ke Kongo pada 1960 di bawah misi UNOC dengan jumlah pasukan 1.074 orang, bertugas di Kongo September 1960 hingga Mei 1961.

KONGA III dikirim ke Kongo pada 1962 di bawah misi UNOC dengan jumlah pasukan 3.457 orang, terdiri atas Batalyon 531/Raiders, satuan-satuan Kodam II/Bukit Barisan, Batalyon Kavaleri 7, dan unsur bantuan tempur, bertugas hingga akhir 1963. Menpangad Letjen TNI Ahmad Yani pernah berkunjung ke Markas Pasukan PBB di Kongo (ketika itu bernama Zaire) pada tanggal 19 Mei 1963.

Setelah menyelesaikan tugas perdamaian yang berat, Pasukan Garuda menerima tanda penghargaan dari Pemerintah Republik Indonesia berupa Vespa (sumber lain mengatakan ada juga penghargaan berbentuk uang dan beberapa peti jarum jahit). Di pasaran diketahui adanya vespa Kongo tahun 1963 untuk kontingen 2 dan 3. Kurang diketahui apakah kontingen 1 juga mendapatkannya, karena informasi semacam ini tidak mudah didapat. Yang menarik dan tidak diketahui banyak orang, pemberian vespa tersebut tidak terlepas dari tradisi dalam dunia kemiliteran dalam hal kepangkatan. Vespa berwarna hijau 150cc ditujukan bagi tentara yang lebih tinggi tingkat kepangkatannya, disusul vespa berwarna kuning dan biru 125cc untuk tingkat kepangkatan yang lebih rendah.

Selain itu guna membedakan vespa tersebut dari vespa lain yang satu tipe, disematkan tanda nomor prajurit yang bersangkutan pada sisi sebelah kiri handlebar (stang) yang berbentuk oval terbuat dari bahan kuningan serta sebuah piagam penghargaan yang menyertainya.  Maka berseliweranlah vespa-vespa tersebut di jalan-jalan sehingga vespa dengan pantat bulat tersebut dikenal sebagian masyarakat sebagai vespa Kongo, sementara sebagian lain justru menyamaratakan dengan nama vespa ndog (telur) karena bagian samping kanan kirinya bulat mirip telur.

Vespa Kongo tidak diproduksi di Italia melainkan di Jerman. Dengan berbahan baku plat baja yang lebih keras daripada Vespa bulat umumnya, vespa ini memiliki tingkat kelengkapan yang lebih daripada vespa buatan Italia  yang umum beredar di Indonesia (VBB1T maupun VBB2T).

Jacob Oswald Hoffmann adalah orang Jerman yang berjasa memasukkan vespa ke Jerman. Kerjasama vespa dengan Hoffmann putus awal tahun 1955 karena Hoffmann mendesain model sport sendiri. Kemudian vespa bekerjasama dengan Messerschmitt Co. yang kemudian mengeluarkan produksi vespa pertamanya pada tahun 1955 itu juga.  Mereka mengeluarkan dua model yaitu Vespa GS yang di Indonesia sering disebut sebagai GS versi Jerman dan 150 Touren. Mereka juga menyediakan purna jual dan service serta spare part bagi Vespa produksi Hoffmann. Kerjasama ini berlanjut hingga akhir tahun 1957.  Vespa GmbH Augsburg kemudian berdiri pada tahun 1958 sebagai sebuah perusahaan patungan antara Piaggio dan Martial Fane Organisation, kongsi ini kemudian juga menyediakan beberapa bagian bagi Vespa Messerschmitt.   Saat kerjasama dengan Augsburg inilah Vespa Kongo diorder untuk Indonesia.

Kedua model yang dibuat saat berkongsi dengan Messerchmitt (150 Touren dan GS) kemudian dikembangkan dengan beberapa modifikasi. Selain itu Vespa GmbH Augsburg juga melahirkan Vespa 125 cc yang pertama kali diperkenalkan dalam tahun 1958. Produksi berlanjut hingga tahun 1963, yang merupakan saat puncak perubahan skuter dan diproduksinya yang sudah tidak terlalu banyak. Selanjutnya, Jerman memilih hanya mengimpor Vespa langsung dari Itali.





Ciri khas Vespa Kongo:

  1. Spakboard bulat tidak ada sambungannya seperti vespa umumnya.
  2. Ring (pelek/teromol) 10 inchi.
  3. Punya tonjolan seperti tombol/saklar di sambungan koplingnya (posisi setang sebelah kiri).
  4. Spidometer kotak & agak besar (berbeda dengan spidometer VNA/VNB).
  5. Ada lambang garuda di body depan sebelah kiri (sekarang jarang yang ada).
  6. Di atas spidometer ada lampu kecil seperti lampu cabe.
  7. Nomor mesin diawali dengan kode VGLB.
  8. Pada BPKB tercantum tulisan ex Brigade Garuda III.

Sejarah Vespa Kongo

Seperti telah kita sama-sama ketahui, perang yang berkecamuk di benua Afrika dalam dekade 1960’an memberikan dampak yang irasional terhadap popularitas Vespa khususnya di tanah air tercinta ini. Sebagai bagian dari kepedulian Bangsa Indonesia terhadap perdamaian dunia, maka setelah berakhirnya Perang Congo (negara ini beberapa kali berganti nama Congo, Zaire, Congo) tanggal 31 Juli 1960 PBB mendaulat Republik Indonesia untuk mengirimkan pasukannya guna menjadi bagian dari pasukan penjaga perdamaian di Negara Congo. Wujud kepedulian yang tinggi atas perdamaian dimuka bumi, Bangsa Indonesia mengutus pasukan terbaiknya ke Congo dengan sandi Pasukan Garuda Indonesia melalui beberapa kali pendaratan.

Setelah tugas sebagai pasukan penjaga perdamaian diselesaikan, Pasukan Garuda Indonesia menerima tanda penghargaan dari Pemerintah Republik Indonesia, dimana salah satunya berupa Vespa (dari beberapa sumber mengatakan bahwa dalam pemberian itu juga ada yang berbentuk uang dan beberapa peti jarum jahit). Terlihat disini Vespa sesungguhnya telah mengikat kita (para scooteris) dengan bangsa kita dalam kancah internasional, walaupun tidak pernah tertulis dalam tinta emas sejarah republik ini.

Menarik disimak bahwa penghargaan Vespa tersebut juga tidak terlepas dari tradisi dalam dunia kemiliteran. Beberapa sumber mengatakan bahwa untuk Vespa yang berwarna hijau 150 cc ditujukan bagi tentara yg lebih tinggi tingkat kepangkatannya, sementara yang berwarna kuning dan biru 125 cc untuk tingkat kepangkatan yang lebih rendah. Selain itu guna melengkapi jati diri atas Vespa dimaksud juga di sematkan tanda nomor prajurit yang bersangkutan, pada sisi sebelah kiri handlebar (stang) yang berbentuk oval terbuat dari bahan kuningan serta sebuah piagam penghargaan yang menyertainya.

Setelah itu maka pada tahun-tahun tersebut ramailah Vespa dengan sebutan Vespa Congo berseliweran di jalan-jalan, sebuah Vespa baru yang menambah tipe Vespa sebelumnya telah hadir. Kondisi ini ternyata juga memberikan dampak positif bagi penjualan Vespa di tanah air saat itu. Vespa Congo yang berbentuk bulat telah memberikan konstribusi berupa iklan gratis bagi importir Vespa di Indonesia. Perkembangan ini kemudian menimbulkan semacam stigma disini bahwa Vespa yg berbentuk bulat ya…Vespa Congo.

Jadi jangan heran apabila saat ini generasi sebelum kita menyebut Vespa bulat dengan sebutan Vespa Congo, walaupun Vespa yang dimaksud sesungguhnya adalah Vespa keluaran tahun 1962 atau Vespa keluaran tahun 1965 misalnya (hal ini pernah penulis alami saat menanyakan pada seseorang yang cukup berumur sedang bersama vespanya dan dia bilang ini Vespa Congo…, ya…sudahlah).

Seiring dengan perjalanan waktu maka mulailah sebuah evolusi kepunahan atas Vespa Congo di tanah air terjadi. Banyak sebab yang menjadikan hal tersebut terjadi, seperti telah dijualnya Vespa dimaksud oleh pemilik aslinya atau ada beberapa bagian yang rusak berat sehingga sangat sulit untuk diperbaiki. Hal ini mengingat terbatasnya jumlah Vespa jenis tersebut yang disebabkan keberadaannya juga sangat signifikan dengan jumlah tentara kita yang menerima. Walaupun penulis pernah menemui Vespa jenis tersebut yang bukan milik Pasukan Garuda Indonesia (sepertinya pernah juga Vespa jenis tersebut masuk ke Indonesia melalui importir Vespa waktu itu ), namun tetap saja pasokan akan suku cadang maupun hal-hal lain yang menyertainya, seperti spakbor depan atau speedo meternya sangat minim tersedia. Tidak demikian halnya dengan Vespa jenis lain yang masih banyak diproduksi walaupun oleh rumah produksi lokal.

Dengan kondisi tersebut di atas maka Vespa Congo mulai masuk daftar sebagai salah satu The Most Wanted Vespa in Indonesia, yang dijadikan tunggangan scooteris maupun sebagai barang koleksi bagi kolektor Vespa.



Saudara Kandung Vespa Congo

Salah satu keunikan Vespa Congo adalah Vespa jenis tersebut tidak diproduksi oleh Italy melainkan oleh German. Dengan berbahan baku plat baja yang lebih keras dari pada Vespa bulat umumnya, Vespa Congo memiliki tingkat kelengkapan lebih dari pada Vespa made in Italy yang umum beredar di Indonesia (VBB1T maupun VBB2T). Vespa Congo adalah bukti penetrasi scooter produk Italy yang merambah dunia. Untuk dapat mengetahui hal ini dapat dimulai dari perkembangan Vespa di German.

Jacob Oswald Hoffmann adalah pemilik pabrik sepeda di Lintorf, sebuah kota yang terletak di Utara Dusseldorf. Dia membangun sendiri pabrik tersebut dengan membeli sebidang tanah yang diatasnya telah berdiri beberapa gedung bekas pabrik pacul/cangkul setelah berakhirnya perang. Suatu ketika pada awal 1949 ia mendapati beberapa foto vespa hasil jepretan wartawan berada diatas meja kerjanya. Dari sini ada perbedaan yang fundamental, kemudian Hoffman mencari tahu lebih banyak mengenai objek foto tersebut.

Kesempatan datang saat di Frankfurt Show, dimana Hoffmann dan Vespa bertemu langsung untuk pertama kalinya. Dari sana kemudian Hoffmann berkeinginan membangun pabrik Vespa di Lintorf. Ia kemudian mengajukan kepada Piaggio untuk diberikan lisensi membangun Vespa bagi pasar German.

Piaggio sangat mendukung permintaan Hoffmann tersebut. Mereka kemudian melihat secara langsung kemungkinan akan pasar Vespa di German dan mendapatkan bahwa Vespa dapat diterima oleh pasar German. Langkah berikutnya adalah mereka mengadakan pendekatan kepada beberapa importir, akan tetapi para importir tersebut tidak ada yang berminat. Penundaan ini diminimalisir dengan mempercepat penandatanganan kesepakatan kerjasama diantara keduanya, dan mulailah Hoffmann sebagai pemilik lisensi utama atas produk Vespa untuk seluruh German Barat juga sebagian pasar Vespa di bagian Utara negara tersebut dan berhak atas export ke Belanda, Belgia serta Denmark. Pertanggung jawaban penjualan untuk wilayah bagian Selatan negara tersebut ditangani oleh Vespa Marketing GmbH di Frankfurt.

Vespa ternyata cepat populer di German, media massa mengangkatnya sebagai produk yang inovatif dan stylis serta memuji Piaggio atas ciptaanya berupa kendaraan transportasi roda dua yang sangat menarik. Tahun 1953, pabrik Hoffmann telah memproduksi lebih dari 400 unit Vespa setiap minggunya. Akan tetapi memasuki tahun-tahun berikutnya angka produksi menurun hingga setengahnya. Dalam kondisi perekonomian German yang tidak menguntungkan tersebut, Hoffmann percaya akan jalan keluarnya yaitu tetap pada jalur kompetisi dan ia menciptakan Vespa dengan performa yang lebih bagus.

Kemudian ia menciptakan Vespa dengan sebutan model Konigin yang terlihat gagah dengan ditambahkan sentuhan chromm serta lampu depan dan lain sebagainya. Biaya pengembangan Konigin ternyata sangat mahal, dan membahayakan kondisi keuangan Hoffmann. Pembuatan scooter jenis baru lainnya juga menjadikan kerjasama antara Hoffmann dengan Piaggio terputus, memasuki awal tahun 1955 kongsi keduanya bubar.

Piaggio kemudian menjalin hubungan dengan Messerschmitt Co., yang kemudian mengeluarkan produksi Vespa pertama di tahun 1955. Mereka mengeluarkan dua model yaitu 150 Touren dan GS yang diklaim lebih dahsyat. Mereka juga menyediakan purna jual dan service serta spare part bagi Vespa produksi Hoffmann. Kerjasama ini berlanjut hingga akhir tahun 1957.

Setelah itu berdirilah Vespa GmbH Augsburg, perusahaan patungan antara Piaggio dan Martial Fane Organisation, kongsi ini kemudian juga menyediakan beberapa bagian bagi Vespa Messerschmitt. Kedua model yang dibuat saat kongsian dengan Messerschmitt (150 Touren dan GS) kemudian dikembangkan dengan beberapa modifikasi. Selain itu Vespa GmbH Augsburg juga melahirkan Vespa 125 cc yang pertama kali diperkenalkan dalam tahun 1958. Produksi berlanjut hingga tahun 1963, yang merupakan saat puncak perubahan scooter dan produksinya yang sudah tidak terlalu banyak. Pada kelanjutannya German kemudian mengimpor Vespa langsung dari Italy.

Dari uraian tersebut di atas dimanakah saudara kandung Vespa Congo kita sebenarnya? Ada beberapa hal yang patut diperhatikan disini yaitu, pertama dari sisi tahun kerjasama antara Piaggio dengan beberapa perusahaan di German dan kedua dari sisi tahun serta nomor produksi yang menyertai Vespa Congo itu sendiri. Dari penulusuran penulis terhadap beberapa Vespa Congo yang ada berdasarkan tahun keluaran dalam BPKB adalah tahun 1958 hingga 1963, hal ini sangat sinkron apabila dikaitkan dengan selesainya tugas Pasukan Garuda Indonesia saat menjadi pasukan penjaga perdamaian di Congo. Untuk kurun waktu tersebut maka kerjasama antara Piaggio dengan Hoffmann tidak masuk hitungan. Hal ini disebabkan kongsian keduanya bubar di tahun 1955 dan produk dari kerjasama itupun berbentuk Vespa dengan model stang sepeda dan menggunakan Fender Light. Kerjasama kedua Piaggio di German bersama Messerschmitt. Dari kerjasama inilah keluar produk Vespa GS yang sering disebut di Indonesia GS versi German dan 150 Touren yang merupakan cikal bakal Vespa Congo kita, akan tetapi kongsian itupun tidak bertahan lama karena di tahun 1957. mereka bubar. Namun pengembangan GS dan 150 Touren terus berlanjut, saat Piaggio kerjasama dengan Martial Fane Organization dengan mendirikan Vespa GmbH Augsburg 1958, dari kerjasama inilah kemudian lahir apa yang kita sebut sebagai Vespa Congo

Vespa 180 Rally (VSD1T) tahun 1968

Setelah sukses dengan seri Vespa Super Sport 180, Piaggio memasarkan sebuah skuter 180cc dengan mesin dan frame yang benar-benar baru, yang sesungguhnya berasal dari model Sprint ’66, tapi dengan perubahan estetik pada setang dan joknya.

Sampai saat ini, Vespa 180 Rally masih tetap merupakan model yang paling berhasil dari segi estetika dan fungsionalitasnya. Selama kurun waktu 1968-1973, model ini diproduksi sebanyak 26.000 unit.





SUMBER@ http://www.id.vespa.com

Vespa 125 Primavera (VMA2T ) tahun 1967

Berasal dari model 125 VMA1, sejak pertama kali dirilis Vespa 125 ‘Primavera’ langsung meraih kesuksesan. Karakteristiknya yang mudah dikemudikan, cepat, gesit dan kuat, tak heran nama Vespa Primavera begitu terkenal di tahun 60an.

“Dengan Vespa, kita bisa” begitulah kampanye untuk merebut hati anak muda yang berusia di atas 16 tahun pada masa itu. Mereka menyukai olahraga dan alam, serta tak ingin lalu lintas menjadi penghambat mereka untuk menepati janji dengan teman-temannya.

Dengan fitur utama frame yang lebih panjang, maka pembonceng pun bisa lebih nyaman duduk di atas kendaraan ini.




SUMBER@ http://www.id.vespa.com

Vespa Super Sprint 90 (V9SS1T) tahun 1966

Sudah tidak diragukan lagi, Super Sprint 90 memiliki desain yang paling orisinil dengan garis bentuk yang mantap. Model ini diproduksi oleh Piaggio sejak 1966 karena memiliki kecepatn, spring/release yang sangat kuat dan kemudi yang mengagumkan.

Dilengkapi windshield dengan ukuran yang diperkecil dan kotak bagasi di antara jok dan setang. Roda cadangan, seperti pada Vespa GS 1955, tersimpan di tengah pijakan kaki.

Bersamaan dengan keberhasilan Vespa 90 SS, Piaggio juga membuat versi 50cc yang dijual di pasar luar negeri, khususnya di Swiss dan Jerman.

Model 90 SS, seperti Vespa 50, termasuk model yang paling dicari kolektor karena nilainya bagai permata yang cocok untuk dikoleksi.



Vespa 90 Super Sprint


SUMBER@ http://www.id.vespa.com

Vespa Super Tahun 1965

Tahun 1965 merupakan tonggak lahirnya Vespa Super. Berikut adalah varian Vespa yang diproduksi pada tahun 1965:



Vespa 50N


Vespa 90 Super Sprint


Vespa 125


Vespa 125 Super


Vespa 150 Super


Vespa 50N


SUMBER@ http://vespakuklasik.blogspot.com

Vespa Tahun 1964

Seperti produsen sepeda motor lainnya, Piaggio juga melakukan studi untuk membuat kendaraan militer pada tahun 50an.

Model yang keluar pada tahun 1964 ini berasal dari Vespa 50 dengan perubahan pada framenya untuk mengurangi ukurannya. Karena itu pipa steering column dan rodanya dapat dengan cepat dilepas dan disetel pada kantong bagian kiri. Vespa jenis ini tetap pada bentuk prototipe setelah melalui beberapa negosiasi antara Piaggio dan Departemen Pertahanan.




SUMBER@ http://vespakuklasik.blogspot.com, http://www.id.vespa.com

Varian Vespa Tahun 1963

Pada tahun 1963 Vespa memproduksi beberapa Varian Vespa yang sangat Indah dengan varian berikut:



Vespa 50


Vespa 90


Vespa 125


Vespa 150


Vespa 150 GL


Vespa 160 GS VSBI


SUMBER@ http://vespakuklasik.blogspot.com

Vespa Tahun 1962

Inilah Vespa yang mungkin hingga kini dianggap paling indah di dunia.

Di musim panas tahun 1962 di Cadaquez, dua orang siswa yaitu Santiago Guillen dan Antonio Veciana, diatas skuternya, bertemu dengan sang master surealisme, Salvador Dali.

Seperti yang dituliskan media masa saat itu “Dali tidak merasa gengsi atas reputasi besarnya sebagai seniman. Ia menghiasi tubuh Vespa dengan cara aneh. Ia bubuhkan tanda tangannya dan menuliskan nama istrinya yang selalu menjadi sumber inspirasinya; Gala.”

Setelah diluncurkan pada awal musim panas 1999 di Girona, Spanyol dalam acara ‘Eurovespa’, skuter model ini mendapat kehormatan karena dipamerkan dalam ‘The Art of Motorcycle’. Kemudian disumbangkan ke Museum Piaggio oleh Giovanni Alberto Agnelli.



Vespa 160 GS VSBI


Vespa 125 VNB3


Vespa 125 VNB4


Vespa 160 GS


SUMBER@ http://vespakuklasik.blogspot.com, http://www.id.vespa.com

Gone in 61 Classic

Pada dasarnya Vespa yang diproduksi pada tahun 1960 memiliki desain yang hampir sama terutama pada body belakangnya,mulai terjadi perbedaan yaitu pada tahun 1963 dimana body belakang terdapat kesan flat di bagian atasnya.



Vespa 150 - 1961


Vespa 150 - 1960


SUMBER@ http://vespakuklasik.blogspot.com

Vespa 150 GS dan Vespa 125 Tahun 1960

Vespa ini merupakan evolusi dari Vespa 150 (VBA) dan diperkenalkan pada tahun 1958 dengan sedikit perubahan. Warnanya mirip dengan model sebelumnya, yaitu biru metalik. Kantong-kantong sampinya dilengkapi dengan 2 tanda dari aluminium. Lampu belakangnya pun lebih besar dan dibuat seluruhnya dari krom.

Model ini memperoleh sukses karena keanggunan dan dari fungsionalitasnya sejak penampilan pertamanya dalam Olimpiade di Roma pada tahun 1960.



Vespa 150 GS - 1960


Vespa 150 - 1960


SUMBER@ http://www.id.vespa.com, http://vespakuklasik.blogspot.com

Vespa 50 Special (V5A2T,V5B1T,V5B3T)

Scooter Vespa Special (1969,1972,1975) adalah salah satu varian motor vespa yang paling jarang ditemui di indonesia. Selain karena jumlahnya yang sedikit kebanyakan para pemakai motor vespa sering mengeluhkan spearpart yang susah diperoleh dan setiap kali akan melakukan reparasi baik berat atau ringan, maka harus melepas mesin dari chasis.



Spesifikasi Teknis:

Mesin:

  • Scooter Vespa Specialmemilikisilinder tunggal - dua mesinstroke  dengan piston datar, 
  • kontrol sirkulasi katup putar terbalik, 
  • silinder besi dengan kepala aluminium, dilumasi dengan campuran 1: 50,
  • Kopling Multi-pelat kopling pada poros engkol.

Transmisi:

Sebuah transmisi empat-speed manual dengan rangkaian kunci imbang, tendangan perdana.

Penjelasan:

  • Primer: 4,6
  • Transisi: 5,8-3,86 - 2,78-2,09
  • Sekunder transmisi ke roda belakang langsung ke roda belakang, 15:69
  • Penyalaan lampu roda gila - dinamo starter 12 V 80 W

Chassis:

  • Self-supporting tubuh baja, 
  • roda Ditarik pendek di depan dengan shock belakang hidrolik teredam, perakitan hard swingarm belakang dengan shock belakang hidrolik teredam,
  • mekanis dioperasikan Drum rem depan dan belakang 150 mm.

Peralatan:

  • lampu utama 12V 15W persegi panjang, lampu rem, 4-AC - lampu, speedometer diintegrasikan ke dalam stang, bisa dikunci kompartemen alat, kait Bagasi, spion, bel
  • 12V sistem pencahayaan, itu adalah hanya menjelang akhir waktu produksi ke 4-arah-flashers, dan dapat diatur dengan alternator 6V.
  • dan "optik senter" dari sorotan benar-benar lebih hanya sebuah "subscript balok".
  • akan satu khusus mengakui pada prinsipnya lampu sudut yang sama di "link trapesium-" apa yang disebut kaskade dan plastik terpasang.

Ukuran Ban:

  • Untuk di Italia biasanya ukuran bannya adalah 9 "-, 
  • Jerman dengan 10" dengan basar roda 125,
  • V5A2 V5B1 dan memiliki hanya 3 sampai 4 program V5B3.


SUMBER@ http://www.scootervespa.net

Vespa Sprint 150 (VLB) 1965

Vespa Sprint 150 VLB inisiasi dalam beberapa dekade 1960'an sebagai salah satu varian produksi Piaggio Vespa skuter, dianggap cukup mencuri perhatian para scooterist di dunia. Dengan awal Vespa hampir seperti Grand Lux, Vespa Sprint 150 Sprint hadir VLB yang tampaknya ingin melanjutkan semangat kebebasan generasi 1960'an kepada 1970'an skuter di drive tanpa harus kehilangan sentuhan stylish namun tangguh.

Hampir setiap sudut Vespa Sprint diperbesar dari VLB 150 vespa umumnya keluaran dekade 1960'an (VNA / VNB / VBB / VBC). Memiliki ukuran ban lebih lebar (3.50X10 "), kotak di sisi kiri dan kanan sedikit lebih besar dari Vespa Super kelas membuat skuter ini muncul unggul dengan di vespa skuter 150.

Ada dua jenis varian lari vespa telah dikeluarkan di mana keduanya memiliki perbedaan dalam hal penampilan nyata dan mesin Keandalan. Anda akan dapat membaca detail dari Vespa Sprint 150 VLB di postingan ini. Sementara posting lain datang dengan penjelasan detail dari vespa veloce 150 sprint.

Vespa Sprint 150 yang dikeluarkan pada tahun 1965 hingga 1974 sebagai awal generasi berikutnya dari produk skuter Vespa. Menggunakan salah satu keluarga mesin klasik 145,55 cc dengan penambahan kekuatan yang signifikan dalam hal skala yang meningkat dengan kecepatan.

Kerangka tubuh Vespa Sprint VLB 150 adalah sama dengan produk untuk Vespa GL, namun dengan sentuhan warna yang merupakan logam perak baru. Di spatbor yang tepat, kata Vespa Sprint tersusun miring dua baris dengan tulisan tangan miring gaya. Ini adalah terbuat dari semacam campuran efek aluminium kebiruan. Di sisi belakang vespa skuter, ditulis miring 150 Sprint terdiri dari satu baris dan bahan yang sama seperti bagian depan dan terletak sedikit di atas lampu belakang.

Ada striping lurus terbuat dari alumunium pada papan depan, kotak bagasi dan kotak mesin ke kiri dari garis kanan. Dengan berbentuk oval bar-kunci, Vespa 150 Sprint menggunakan 2 jenis kursi sesuai dengan permintaan model jok (sadle) ganda (pengemudi dan penumpang) dan biru tua dan kursi panjang (single seater).

Bagian-bagian yang berlapis Krum baut batang stang dan kopling rem depan, tanduk, lampu belakang rumah, cincin depan, kontrol tombol, menutup kunci dan kontrol kotak kunci bagasi dekat. Ada lapisan warna pada bagian-bagian besi seperti standar, shock depan, dan semua baut dan mur kopling menutup pembuluh darah.

Sementara itu posfor meliputi gaya pegas suspensi belakang termasuk, baut, serta suspensi semi depan. Ada sentuhan halus dari logam pada gagang rem depan dan kopling, pedal rem belakang, beberapa barang, harimau kuku, puncak depan, tendangan starter, mesin kotak kunci, gas menangani tekan, sayap trim dan depan. Bagian nuansa beralih stainless adalah rumah menengah karpet dan bingkai terbuat dari karet.

Dengan model bar (stang) seperti GL dan speedometer Super dan oval, sementara tubuh nomor seri Vespa Sprint 150 patung di sebelah kiri bawah kotak dengan bagasi VLB1T 1001-VLB1T 1205477 dan nomor mesin di bagian paha ayam mesin dekat knalpot pipa dimulai dengan VLB1M kode. Bagian lain saya memiliki pengalaman yang warna termasuk aluminium velg, drum depan dan belakang, tutup kipas, garpu depan. Sementara itu, lapisan anti karatnya warna abu-abu.




SUMBER@ http://www.scootervespa.net

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...